Selasa, 16 Februari 2010

Jangan bersedih

pasti dah banyak orang yang denger kata-kata ini ketika dia sedang sedih dan orang disekeliling maka akan dengan mudahnya berbicara seperti itu. Tapi ini wajar karena didunia selalu akan ada dua sisi, baik itu kesedihan dan kebahagian , kekayaan dan kemisikinan, kelaparan dan kekenyangan. Tapi bukan itu intinya, bukan kita harus ada di posisi apa dan berusaha untuk ada diposisi apa. Tapi adalah bagaimana kita bisa menjalani dan memahami apapun posisi kita. Pernah membaca quote yang sangat bagus dan inspiratif, dia berkata seperti ini. Kadang kita berharap terlalu besar, dan dunia tidak memberikan sebesar yang kita inginkan, lalu kita marah dan menganggap kalau dunia tidak adil, lalu quote ini sedikit membuatku berpikir, bahwa yang salah apakah dunia yang memberikan sedikit atau harapan kita yang terlalu besar???

Tidak ada yang salah, kita manusia akan selalu, selalu dan selalu menginginkan yang besar,,,wajar..karena kita memang makhluk yang kecil, sehingga kita (saya juga tentunya), lebih sering bersedih dibanding bahagia..

Jangan bersedih, adalah salah satu dari ribuan kata yang dapat mengubah itu semua,,
karena manusia lebih berharga bukan karena dia tidak pernah berbuat salah, tapi dia lebih berharga tergantung seberapa cepat dan besar dia memperbaiki kesalahannya,

Walaupun kita selalu dan selalu mempunyai harapan yang besar..
Tapi kita juga harus selalu dan lebih selalu menghargai apa yang telah dunia berikan kepada kita..

Berbuat yang terbaik, berpikir positif dan selalu berdoa..
Maka bukan tidak mungkin harapan yang besar, akan menjadi sesuatu yang kecil.

Sabtu, 31 Oktober 2009

TIDAK PRODUKTIF

wah,gawat akhir" ini tulisan menjadi kurang produktif, dan jarang diposting,

Harusnya lebih sering menulis, menulis apa saja, crita inspirasi, info, isi pikiran, ketidak senangan, atau apapun juga..

Karena tulisan mengajarkan kita untuk merealisasikan "sedikit" dari mimpi dan harapan kita...

Ayoo lebih produktif lagi!!

Selasa, 27 Oktober 2009

Perjalanan Mahasiswa

Seorang pelajar SMA datang dan bertanya pada orang tuanya kemanakah ia seharusnya melanjutkan pendidikan tingginya, karena pada tahap ini banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, dan itupun masih sering terjadi sekarang bahkan pad saat kita masuk ke dunia baru yang disebut dunia kampus. Dunia inilah yang banyak mengubah pola hidup seseorang, menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Dunia ini tidak mudah untuk dimasuki, banyak tantangan dan ujian dilalui. Mulai dari momok ujian nasional yang mengandung kontroversi, biaya pendidikan tinggi, sampai kepada persoalan penentuan jurusan yang kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan orang tua. Ketika semua ujian itu telah dilalui, maka sampailah si siswa menjadi sang mahasiswa. Transformasi kata siswa ke mahasiswa, terlihat begitu sangat terasa ketika terjadi pula transformasi kehidupan yang awalnya monoton menjadi mandiri. Ini dapat dilihat dari awal masuk ke universitas, ambil contoh universitas padjadjaran. Waktu penerimaan mahasiswa tahun 2005, penerimaan mahasiswa di dipati ukur dimulai jam 6 pagi, dimana tempat fakultas mipa ( jurusan farmasi tergabung mipa ) sangat tidak memadai, namun entah mengapa semua mahasiswa tidak ada yang mengeluh, mungkin karena itu masih pagi . Ketika semua protokoler telah selesai dan semua mahasiswa baru atau lebih dikenal dengan maba telah berharap bertemu kostan baru untuk segera tidur dan beristirahat, tiba-tiba ada pameran atau pagelaran ukm atau yang lebih dikenal dengan ekstrakulikuler ketika sma dan pengenalan BEM KEMA. Inilah awal pengenalan dari apa yang disebut dengan organisasi. Sebenarnya ini bukan awal dari pengenalan organisasi , tentunya ketika masa sekolah kita mengenal adanya osis, mpk, atau pun ekstra kulikuler penunjang. Tapi organisasi yang berada di kampus, tentunya tidak sama dengan organisasi di sekolah, apalagi melihat pergerakan reformasi tahun 1998, dimana mahasiswa sebagai motor dari pergerakan tersebut dengan organisasi bem dengan wadahnya jelas menimbulkan paradigma berbeda bagi maba yang merupakan hasil dari reformasi tersebut. Tentunya kehidupan mahasiswa di masa reformasi dan sekarang hampir berbeda. Mahasiswa pada era setelah reformasi cenderung menjadi apatis atas segala kebijakan pemerintah, padahal seperti kita ketahui sendiri mahasiswa berperan sebagai kaum intelektual independen yang membela kepentingan khalayak banyak dengan perspektif netral. Hal inilah yang dibentuk sejak memasuki dunia kampus melalui rumah yang disebut organisasi. Organisasi di dunia kampus dijelaskan lebih mendalam pada tingkat terkecil dalam kemahasiwaan yaitu pada tingkat jurusan atau yang lebih dikenal dengan hima. Bahkan tiap tahunnya, hima tiap-tiap jurusan mengadakan masa bimbingan dalam menyambut mahasiswa baru. Mabim ini dikemas sedemikian rupa sehingga timbul ketertarikan dan jiwa penggerak dari mahasiswa yang hampir luntur. Disinilah semua proses kaderisasi dari organisasi dimulai lebih mendalam dan lebih spesifik.
Seperti kita ketahui, organisasi dapat diibaratkan seperti mobil yang mempunyai motor di dalamnya sebagai alat penggerak. Organisasi kemahasiswaan dibentuk tanpa tujuan yang jelas. Setiap organisasi tentunya punya visi dan misi yang berbeda tergantung di jalur mana dia berjalan. Mahasiswa dalam dunia organisasi berperan sebagai motor dan pengendali dari semua hal yang berjalan. Disinilah fungsi dari kata maha diperuntukkan. Karena jiwa kemandirian dan intelektual dibarengi dengan profesionalitas untuk kemajuan organisasi tersebut pada khususnya dan masyarakat sebagai objek pada umumnya sangat dibutuhkan. Organisasi pun dapat menjadi alat yag lebih berbahaya, jika semua elemen penggerak organisasi tersebut, terutama mahasiswa mempunyai visi, misi, pola pikir yang jelas terhadap suatu kebijakan yang ada baik di masyarakat atau lingkungan kampus itu sendiri Ini dapa terlihat pada proses sejarah Indonesia , dimana kaum intelektual mahasiswa dapat mengubah sistem yang ada mulai dari penjajahan oleh bangsa lain hingga penjajahan oleh bangsa sendiri, mulai dari negara yang ingin merdeka secara nasional pada tahun 1945 hingga merdeka secara individual pada tahun 1998, semua dipelopori oleh mahasiswa dan organisasinya. Mereka tidak akan mungkin melakukan itu semua jika tidak tergabung dengan organisasi.
Namun, kenyataan begitu terlihat tragis ketika organisasi kemahasiswaan di zaman globalisasi ini mulai dianggap apatis bahkan oleh mahasiswa itu sendiri. Ini dapa terlihat dengan mulai matinya kepekaan mahasiswa terhadap kondisi dan realita di sekelilingnya, dan mulai menggangap bahwa organisasi hanyalah milik segolongan kaum atau komunitas dan tidak bahu membahu jikalau dia tidak terdapat didalamnya. Hal inilah yang kadang-kadang membuat opini bahwa sebenarnya mahasiswa sendirilah yang mematikan organisasi tanpa dia sadari. Yang tetap harus dijaga dalam organisasi adalah hubungan yang baik antara semua elemen eksternal dan internal dalam struktur organisasi tersebut agar segala perubahan dan hasil yang baik yang dihasilkan dapat diketahui dan dirasakan oleh semua golongan. Karena perubahan datang dari seseorang yang tidak memihak siapapun , dapat melihat lebih jernih dan berada di dalam objek kebijakan, dan punya kekuatan dan kemauan untuk selalu berubah, tentunya ke arah yang lebih baik. Dan semuanya hanya dimiliki oleh seorang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi.

Rabu, 21 Oktober 2009

MENKES BARU, POLEMIK BARU

Presiden terpilih telah dilantik, banyak harapan dan keinginan yang disampaikan kepada beliau. Pemilihan menteri merupakan salah satu kebijakan awal yang sangat diperhatikan karena sangat memepengaruhi kebijakan khusus demi bangsa ini. Dan sebagai mahasiswa kesehatan, tentunya pemilihan menteri kesehatan menjadi sorotan utama. Menteri Kesehatan mulanya diduga akan dipegang oleh Nila Moeloek,seorang akademisi dan praktisi dari Universitas Indonesia, namun, semua berada di tangan seorang Presiden. Beliau mengubah keputusannya secara mengejutkan dengan menunjukkan Endang Rahayu sebagai menteri kesehatan terpilih. Polemik lalu datang, mulai dari mekanisme fit and proper test yang tidak dijalani, hingga kedekatan dengan Amerika melalui lembaga Namru. Menteri Kesehatan periode 2004-2009, Siti Fadilah Supari pun, angkat bicara tentang penerusnya ini ,dan secara tersirat terlihat kekecawaan beliau karena Endang dahulu adalah orang yang dimutasi akibat kegiatannya dengan Amerika ini. Polemik ada karena terdapat ego-ego pribadi yang dapat membahayakan bangsa ini, kiranya Menkes yang baru dapat menjawab semua tantangan ini, dan dapat mengerti permasalahan kesehatan sebenarnya di Indonesia, dimana mutu kesehatan bangsa ini masih jauh dari yang diharapkan, kiranya kita dapat menanggulangi permasalahan inti dari medical complex problem ini, dan TIDAK TERPENGARUH OLEH ASING, karena bangsa ini butuh seorang pemimpin yang TAHU HARGA DARI BANGSANYA DAN TIDAK MENUKAR APAPUN UNTUK BANGSA LAIN, kita membutuhkan PUTRA-PUTRI BANGSA SEJATI, moga semua menteri terpilih menyadari hal itu semua, karena bangsa ini dapat merdeka, karena semua elemen menyadari bangsa ini PANTAS MERDEKA. No asing, No problem.

Senin, 19 Oktober 2009

terimakasih JK

Sebentar lagi , kita akan ditinggalkan oleh seorang negarawan, wapres, dan bapak negara yang kita kenal dengan nama Jusuf Kalla. Saudagar dari Bugis ini, akan kembali ke kampung halaman beliau di Makassar, dengan tujuan mulia yaitu ingin membangun mesjid dan membangun kesejahteraan di Kampung halamannya. Beliau pulang dengan kepala tegak setelah mengakui kekalahan terhormat pada pemilihan Presiden. Beliau maju dengan terhormat dan kalah dengan terhormat. Banyak, sangat banyak yang telah beliau lakukan kepada bangsa ini, dan sepatutnyalah saya selaku anak muda bangsa ini (hmhmh) untuk mencoba mengingat kembali jejak rekam beliau. Pada masa jabatannya, perdamaian dan ekonomi adalah hal yang sangat menjadi fokus utamanya. Kesejahteraan rakyat adalah tujuan utamanya. Perdamaian aceh dan rekonstruksi pasca tsunami adalah kerja kerasnya yang nyata, beliau lebih mengutamakan kedamaian dan stabilitas nasional di Aceh dibandingkan dengan efek dan ego sebuah kelompok. Beliau melihat lebih ke depan. Banyak statement tajam yang beliau keluarkan tanpa ragu, seperti kemegahan departemen pertanian dibanding dengan kondisi pertanian yang tidak pernah swsembada beras, dan tidak dapat dilepaskan dari komentar dan kerja keras semua pihak, maka negara yang tercinta ini dapat swasembada beras. Selain itu, peran beliau yang kadang terlupakan adalah konversi gas, yang dahulu sangat mendapat kecaman dari orang-orang yang hanya berpikir pendek dan singkat. Nyatanya, konversi gas saat ini membuahkan keuntungan bagi Pertamina yang juga berarti keuntungan bagi bangsa, dan suatu modernisasi "kecil" bagi masyarakat kita yang masih tradisional ini. Masih banyak pula hal yang tidak terlepas dari bapak negara ini, sifatnya, karakternya, dan kerja kerasnya. Dia dapat membina keluarganya, mencintainya dan bahkan mengutamakannya, suatu hal yang jarang ditemukan oleh seorang politikus. Beliau benar-benar tahu menempatkan diri sebagai seorang ayah, kakek dan suami yang pantas menjadi panutan bangsa. Jusuf Kalla, kau adalah sosok negarawan sejati dan mungkin ini adalah akhir dari perjalanmu kepada bangsa ini, namun kita akan selalu membutuhkanmu sebagai panutan dan tokoh agar dapat menjadi bangsa yang besar. Terima kasih JK, terima kasih Bapak negara..

Sabtu, 17 Oktober 2009

tanya (mahasiswa) kenapa??

butuh sekitar kurang lebih 12 tahun untuk mencapai tahapan yang kita sebut sebagai "mahasiswa"
tempat dimana kita lebih dihargai ketika melakukan sesuatu, dilihat ketika sedang berbuat dan dipertimbangkan ketika memutuskan..setidaknya itu yang saya liat jika kita berada di dalam lingkungan di pedesaan ataupun kota yang lebih kecil (pengalaman di jatinangor dan KKN di sukabumi)..
tapi masih banyak pertanyaan,,,mengapa sang mahasiswa dengan banyak sebutan kebanggan, malah menjadi tidak membanggakan????
tanya kenapa...
apa aja menurut kamu yang membuat kebanggan itu ilang,,pasti tiap orang" punya persepsi masing..
menurut saya, dua hal krusial yang membuat seorang mahasiswa kehilangan kebanggan adalah..

KETIKA DIA TIDAK PERNAH MENGHARGAI WAKTU DAN MENGHARGAI DIRINYA SENDIRI..

buth contoh konkret...
menghargai waktu = mahasiswa mana sech yang belum pernah telat, atau minimal jarang telat,,,atau bahkan sering gak datng kul???? gak salah sebernarnya,,,cuma kalau ternyata persentase ini besar,,,trus buat apa ada bangku kuliah yang mahal????

menghargai diri sendiri = masih banyak mahasiswa yang kadang tidak percaya diri dan malah "mempercayai" temannya baik di kala ujian maupun tugas,,,apa karena dia tahu bahwa dirinya tidak mempunyai kemampuan sebagus temannya atau malah dia sangat mempercayai kemampuan temannya hingga dia tidak melihat harga diirinya sendiri....jika banyak mahasiswa seperti ini,,bagaimana kita dapat dihargai oleh orang, atau minimal tau harga dari diri kita...moga ini menjadi introspeksi kita semua

sadarkah kita bahwa kita adalah mahasiswa???
...ternyata sebuah nama yang terlalu besar ...

Waktuu...

Waktu,

Engkau datang padaku dan jadilah itu sebagai kelahiranku

Engkau mulai mengenalku , lalu aku bisa berjalan

Semakin kau tahu diriku, semakin aku dapat berkata

Aku mulai bisa mengenalmu, dan ternyata tidak hanya dirimu, ada juga temanku

Tapi engkau tidak pernah berhenti atau paling tidak melihatku

Aku pun jadi acuh pula terhadapmu,

Engkau terus berubah dan benar-benar tak pernah berhenti,,

Makin cepat engkau berlari , makin banyak pula yang kudapat

Baik itu pahit ataupun manis..

Hai waktu, mengapa harus kauberikan keduanya,?????

Betapa sombongnya engkau hingga tak pernah benar-benar mengerti diriku ketika rasa pahit itu datang

Betapa cepatnya dirimu , ketika rasa manis itu sedang kunikmati..

Waktu,waktu,,kau ada, tapi tak pernah berhenti,,mencoba berhenti pun kau tak pernah

Hai waktu.....

Kadang kuingin kau berhenti, sejenaaak saja...

Tapi kau tahu itu tak mungkin,,

Ternyata engkau benar-benar sombong...

Dan aku pun tersadar, aku pun tak pantas untuk sombong,,kalau aku tak dapat mengalahkanmu....

Waktu...Cuma hal kecil di dunia yang ternyata dapat mengalahkanku.